Searching...
Monday, 27 May 2013
Monday, May 27, 2013

Kumpulan Puisi Dan Pengarangnya


Assalamualaikum,hallo~Oma datang ngeposting tentang tugas Bahasa Indonesia Oma.
Check this out!

Aku
Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

=====

Bidadari Syurga
Alm. Ustad Jefri Al buchori (UJE)

Setiap Manusia, Punya Rasa Cinta..
Yang Mesti di Jaga Kesucian'nya..
Namun Adakala Insan Tak Berdaya..
Saat Dusta Mampir Bertahta..

Ku Inginkan Dia, Yang Punya Setia..
Dan Mampu Menjaga, Kemurnia'nya..
Saat Ku, Tak Ada, Ku Jauh Darinya..
Amanah'pun Jadi Penjaga'nya..

=====

Rindu Bertemu Rosululloh
UJE

Siapakah engkau ya muhammad..
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami..
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau..
Jika bukan karena Engkau ya Muhammad..
Semua kami tidak akan pernah mengenal Robb kami..

Duhai ALLAH..
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?..
memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati..
Mendengar kemerduan suaranya memanggil ENGKAU..
sebentar saja YA ALLOH..

=====

Menyesal
A. Hasymi

Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi,
Sekarang petang datang membayang,
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa guna ku sesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda ku harapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju ke arah padang bakti !

=====

Untukmu Bapakku
Ning Supriyantono

Mawar putih nan suci
Bau harum semerbak
Kupersembahkan untukmu, Bapakku
Kasih sayang... cinta kasih... dan bimbingan...
Tlah kau alirkan dalam nadiku

Minggu itu... kelabu
Wajah pucat pasi di hadapanku
Kau... tlah tinggalkan aku
Air mata tak mampu terurai
Begitu menyengat berita

Kakiku berat tuk melangkah
Tanganku tiada kuasa tuk menyentuh
Wajah putih nan beku
Membujur... biru... kaku

=====

Pahlawan Tak Dienal
Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana ia datang
Kedua lenganya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia berbaring, tapi bukan tidur sayang

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tampak beku di tengah derap suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun lalu dia berbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku masih sangat muda

=====

Sahabatku
Soekri St.

Papa,
Sebelum pesta berlangsung
Izinkan aku menengok ke belakang
Di sana sahabatku yang miskin
Hidup dengan berjualan koran

Papa,
Dia teman sekelasku
Juga lulus dalam ujian
Nilainya yang tinggi
Sangat kusayangkan

Kini
Aku minta kesediaan Papa
Menyerahkan biaya pestaku
Untuk meringankan ongkos masuk
Sahabatku di SMA

=====

Nagasari
D.Zawawi Imron

Membuka kulit nagasari
Isinya bukan pisang
Tapi mayat anak gembala
Yang berseruling setiap senja

Membuang kulit nagasari
Seorang nahkoda memungutnya
Dan merobeknya jadi dua
Separuh buat peta
Separuh buat bendera kapal

2000

=====

Puisi Mencari Sebuah Mesjid
Taufiq Ismail

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
digosok topan kutub utara dan selatan

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran
dengan warna platina dan keemasan
berbentuk daun-daunan sangat beraturan
serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas jalin berjalin
bergaris-garis gambar putaran angin

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang masjid yang menara-menaranya
menyentuh lapisan ozon
dan menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia
kemudian nadanya yang lepas-lepas
disulam malaikat menjadi renda-renda benang emas
yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang letaknya di mana
bila waktu azan lohor engkau masuk ke dalamnya
engkau berjalan sampai waktu asar
tak bisa kau capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu
bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini, yang luas luar biasa

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan
ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu yang berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta
terletak di sebelah menyebelah mihrab masjid kita

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang masjid yang beranda dan ruang dalamnya
tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia  dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalau pun ada pertikaian bisalah itu diuraikan
dalam simpul persaudaraan yang sejati
dalam hangat sajadah yang itu juga
terbentang di sebuah masjid yang mana

Tumpas aku dalam rindu
Mengembara mencarinya
Di manakah dia gerangan letaknya ?

Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika di puncak tergelincir dia sempat
lewat seperempat kuadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan
dan aku pun melayangkan pandangan
mencari masjid itu ke kiri dan ke kanan
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan
dia berkata :

“Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan”

Dia menunjuk ke tanah ladang itu
dan di atas lahan pertanian dia bentangkan
secarik tikar pandan
kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir beraturan
tanpa kata dia berwudhu duluan
aku pun di bawah air itu menampungkan tangan
ketika kuusap mukaku, kali ketiga secara perlahan
hangat air terasa, bukan dingin kiranya
demikianlah air pancuran
bercampur dengan air mataku
yang bercucuran.

 Jeddah, 30 Januari 1988

=====

Surat Dari Ibu
Asrul Sani

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke dunia bebas
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas
Selama hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pulang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tahu pedoman
Boleh rengkau datang padaku
Kembali pulang, anakku sayang
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”

=====

Sungai Musi
Ajip Rosidi

Malam-malam menyusuri Musi
Bulat bulan tenggelam dalam sekali
Yang ku tangkap dari keruh kali
wahai-mengendap!

Kau tahu, saudaraku? Derum stempel
ujungnya menusuk ombak. Membelah kalam di muka
Jung-jung rakit berdesak sempoyongan pergi
berkayuh dengan gapai dayung jadi
menyusup kabut yang enggan berganti!

Gemerlap lampu-lampu, penerang gubuk-gubukmu
Bermain di permukaan arus ! Dan hati tak mau tembus
Di sini pada mulanya tersendat berhenti!

Kala kota: masih bernapas sesekali
Spada! Seorang lelaki menjejak tepi

Palembang,1970

=====

Kusangka
Amir Hamzah

Kusangka cempaka kembang setangkai

Rupanya melur telah diseri…..

Hatiku remuk mengenangkan ini

Wasangka dan was-was silih berganti.


Kuharap cempaka baharu kembang

Belum tahu sinar matahari…..

Rupanya teratai patah kelopak

Dihinggapi kumbang berpuluh kali.


Kupohonkan cempaka

Harum mula terserak…..

Melati yang ada

Pandai tergelak…..

Mimpiku seroja terapung di paya

Teratai putih awan angkasa…..

Rupanya mawar mengandung lumpur

Kaca piring bunga renungan…..


Igauanku subuh, impianku malam

Kuntum cempaka putih bersih…..

Kulihat kumbang keliling berlagu

Kelopakmu terbuka menerima cembu.


Kusangkau hauri bertudung lingkup

Bulumata menyangga panas Asmara

Rupanya melati jangan dipetik

Kalau dipetik menguku segera.

=====

Burung - Burung Enggan Bernyanyi Lagi
Mh. Sanuri Surya Permana

Bising gergaji mengoyak sepi dari hutan
Pohon - pohon tumbang
Mobil - mobil besar menggendongnya
Tergesa - gesa ke kota
Gunung dan lembah luka parah
Kulitnya terkelupas
Erang sakitnya merambah ke mana - mana

Burung -burung kehilangan dahan dan ranting
Enggan beryanyi lagi
Bila pun ada tegur sapa di antara mereka
Tentulah pertanyaan yang menyesakkan
Kemana kita harus mengungsi ?
Pohon - pohon perdu dan melata itu
Bukanlah tempat tinggal yang ideal
Kita perlu gunung yang teduh
Lembah yang indah
Bukan yang luka parah begini

=====

KISAH PANTAI
Dimas Setia Pambudi

Dari jauh terdengar suara ombak berteriakan
Pasir putih bak tempat tidur nan lembut yang berhamparan
Seolah ingin mengajakku nyiur itu berlambai-lambaian
Sang Raja siang pulang ke tempat peraduan
      Dewi malam memperlihatkan sinar emasnya dengan senang
      Langit hitam bertaburan bintang
      Malam dingin menerkam tulang
      Tetapi indahnya pantai menarik sekumpulan orang
Waktu sudah lama berjalan
Perlahan sekumpulan orang itu pergi tinggal orang yang sedang berjualan
Pantai nan indah itu pun kutinggalkan
Setelah semuanya pergi tinggal pantai yang sunyi sendirian

=====

Bukit Barisan
Moh. Yamin

Di atas batasan Bukit Barisan,
Memandang beta ke bawah memandang,
Tampaklah hutan rimba dan ngarai,
Lagipun sawah, telaga nan permai,
Serta gerangan lihatlah pula,
Langit yang hijau bertukar warna,
Oleh pucuk daun kelapa.

=====

Siapakah
Selia Hermawati 

Siapakah orangnya...
Entah, aku sudah bilang, ITU BUKAN AKU!!!
perempuan itu, tutur katanya yang halus tapi iblis...
brengsek tingkah lakunya...

Selama ini, seburuk apa pun tingkah laku ku, tak pernah rasanya aku ingin merugikan orang lain...
Selama ini, sejahat”nya diriku,, masih ku bawa nurani ku untuk tidak merugikan orang lain..
Selama ini,, sekesal-kesalnya diriku, tak pernah ku ingin mengkambinghitamkan orang lain..
Selama ini,, kepada orang lain, tak ingin aku menyengsarakan orang lain sekalipun aku tak pernah mengenalnya..

Tapi DIA!!!
Belum sempat aku mengenalnya dan tahu namanya,
Belum sempat aku mengenal wajahnya lama,,
Belum sempat aku tahu siapa dirinya,,,

KEBUSUKANNYA,, membuat aku faham segalanya..
FAHAM siapa dia,, tak perlu aku mengenalnya...
Tak perlu aku sadar siapa dia...
BUSUK!!! Lebih BUSUK dari apa pun yang busuk di muka bumi ini,,

Dia belum kenal siapa aq, hanya tahu,,,
AKU teman dari musuhnya...
Tak pernah ku anggap dia musuh ku..
bibir ku salalu menampakkan senyum saat bertemunya...
meskipun aku tak kenal!!!
MUAK rasanya diriku... ingin rasanya ku beri dia SENYUM kembali dengan BOKONG ku..

Menurut pribahasa,,, hal itu lebih kejam dari pembunuhan!!!
Hal itu lah yang dia tuduhkan pada ku!!!
Teman,,, sudah kubilang,, itu bukan aku... jangan dengar dia!!! BUSUK dia!!!
Tuhaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnn.............................................
Apakah engkau sedang menguji kesabaranku???
Jika benar itu ujian bagi ku,,, sabarkan hati ku... berikan petunjuk,, apa yang harus ku perbuat !!!
Dan kemudian tunjukkan kebenaran...
Tuhan.....

6 April 2013

=====

Mungkin kalau sobat mau menambahkan puisi lagi. Silahkan komen (^o^)
CMIIW (Correct Me If I Wrong). Thanks for reading. Wasalam,bye.

0 comments:

Post a Comment

 
Back to top!